Pemerintah Beri Shortcut Pajak Buat Industri yang Mendukung Vokasi

Tax Consultant Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekenomian, yakni Darmin Nasution mengungkapkan jika pemerintah memiliki rencana untuk memberikan tax deduction, istilahnya potongan pajak terhadap perusahaan yang banyak memberikan dukungan bagi program vokasi. Kebijakan ini dikeluarkan akhir bulan April bersamaan dengan aturan tentang Tax Holiday maupun aturan mengenai kemudahan perizinan.

Ada pun pengambilan keputusan untuk melaksanakan strategi ini karena pemerintah tengah dalam usaha untuk mempersiapkan SDM yang bisa bersaing di era industry mendatang. Mantan Gubernur dari Bank Indonesia pun turut mengakui jika sekarang ini SDM di Indonesia kalah saing dari SDM negara lainnya, maka dari itu kita perlu meningkatkan lagi dan lagi.

“Maka dari itu, kita butuh mengembankan vokasi. Mau jangka pendek atau jangka menengah ya vokasi, dapat dilakukan dalam 1 bulan, 1 tahun atau 3 tahun. Contohnya ada bidang yang awalnya kita kurang maka itu bisa diselesaikan dengan mudah melalui vokasi”.

Kontribusi perusahaan dalam pendidikan terutama pendidikan vokasi dapat dilakukan dengan melakukan berbagai cara, seperti menyumbang tenaga pengajar atau bekerja sama dengan Sekolah Menengah Kejuruan.

Wacana Pengurangan Biaya Training

Menteri PPN/Kepala Bappenas yakni Bambang Brodjonegoro mengungkapkan jika pemberian insentif bukanlah satu-satunya cara yang dapat mendorong perusahaan untuk membantu menjalankan program vokasi  karena masih ada hal lain yang bisa kita lakukan seperti menyadarkan kalangan industry sendiri termasuk pengusaha swasta bahwa jika mereka mau maka mereka dapat menerima anak vokasi untuk melakukan magang maupun untuk membantu para vokasi itu sehingga bisa menurunkan biaya untuk melakukan training. Karena biaya training masih menjadi salah satu sumber pengeluaran perusahaan yang tinggi.

Beliau mengatakan, jika selama ini perusahaan harus memberikan training pada pekerja baru padahal bila perusahaan melaksanakan program vokasi ini maka otomatis perusahaan telah menyiapkan SDM yang siap untuk bekerja tanpa perlu melalui training lagi pasca direkrut.

“Mengapa? Karena luusan sekolah masih perlu ditraining kembali, belum lagi cocok. Nah dengan divokasi sejak awal di bangku kuliah maupun sekolah maka pelatihan kerja mereka sudah mencakung di magang, dengan sendirinya perusahaan dapat melakukan seleksi siapa yang akan mereka pekerjaan tanpa perlu di training kembali, otomatis itu akan mengurangi biaya dan itu sendiri merupakan insentif secara tidak langsung” jelasnya.

Pemerintah Beri Shortcut Pajak Buat Industri yang Mendukung Vokasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *