iTunes 11 Akhirnya Dirilis

Teknorus – Setelah tertunda beberapa bulan, Apple akhirnya merilis iTunes 11 di akhir November 2012. iTunes 11 merupakan versi terkini dari software musik populer besutan Apple. Menurut juru bicara Apple, tertundanya peluncuran iTunes 11 ini dikarenakan Apple membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk menyempurnakannya. Software ini diluncurkan sebagai update gratis versi iTunes yang beredar saat ini bagi pengguna Mac dan Windows yang nantinya juga akan tersedia untuk didownload dari website Apple iTunes.

Perbedaan utama yang terdapat pada iTunes 11 adalah desain ulang tampilannya dengan cover album yang besar dan bisa diekspansi untuk menunjukkan lagu-lagu yang dimiliki, baik dalam library maupun track lain yang ada di iTunes Music Store. Feature lain dalam iTunes 11 termasuk integrasi lebih dalam dengan layanan Apple iCloud. Terdapat juga feature lagu “Up Next,” tampilan storefront yang didesain ulang, serta mini player yang memungkinkan pengguna mencari lagu, album, dan artis tanpa harus menampilkannya secara penuh.

Hingga bulan September 2012, Apple mengklaim telah ada 435 juta account iTunes yang melakukan pembelian dengan transaksi online. Toko musik digital Apple ini kini memiliki katalog 26 juta lagu dengan Google Dukung Pendidikan dengan Cloud jumlah pembelian sebanyak 20 milyar selama sembilan tahun terakhir.

Google Dukung Pendidikan dengan Cloud

Google memperkenalkan layanan baru Apps for Education yang ditujukan bagi kalangan pelaku pendidikan. Apps for Education adalah sejumlah layanan cloud Google seperti Gmail, Google Drive, Google Docs dan Calendar untuk membantu siswa, fakultas, dan administrasi dalam berkomunikasi, mencari informasi terkini serta membuat konten-konten baru guna meningkatkan kualitas pendidikan.

Layanan ini telah digunakan sejumlah Universitas di Indonesia. Univeritas yang terkini menggunakan aplikasi ini adalah Universitas Brawijaya (Unibraw). Aplikasi Google bisa digunakan untuk sarana komunikasi dan kegiatan belajar mengajar. Raden Arief Setiawan, Kepala Pengkajian dan Pe-ngembangan Teknologi Informasi Universitas Brawijaya mengatakan, “Kita memilih Google Apps for Educationkarena sistemnya terbuka, mudah diakses, dan bisa di hubungkan ke sistem-sistem yang ada tanpa harus membeli lisensi baru. Solusi ini juga akan mengubah cara komunitas universitas berkomunikasi, bekerja sama dan belajar.” Sementara Pepita Gunawan, Indonesian Education Lead, Google SEA menuturkan, “Google Apps untuk Pendidikan bisa mendorong siswa dan guru mendapatkan keuntungan penuh dari berkolaborasi dalam lingkungan belajar yang interaktif.”

iTunes 11 Akhirnya Dirilis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *